Hari ini ga ada sesuatu yang spesial yang q alami. Tapi aq ingin berbagi sedikit tentang malam tadi.
Tepatnya sabtu, 21 Februari 2009 pukul 7 malam,,,
Cuaca masih terlihat mendung walaupun hujan sudah reda, hanya saja gerimis masih membasahi malam ini. Walaupun gerimis,, tapi tak mengenyahkan keinginan kami tuk pergi keluar. Aq dan teman satu kosq pergi keluar untuk mencari makan malam di salah satu tempat tongkrongan d jl.dharmawangsa yaitu Citra's. Sebenernya belum pernah juga kesana, tapi menurut rekomendasi teman katanya tempat dan menunya lumayan lah untuk budget anak kos-kosan. Jadi,,ga ada salahnya untuk pergi kesana... Tapi, kali ini yang mau q ceritakan bukanlah soal tempat ataupun menu makanan di sana.
Sambil menunggu pesanan makanan datang,, duduk santai-ngobrol,, sejenak melepas kejenuhan setelah seharian beraktivitas..tiba-tiba mataq tak berhenti tuk memerhatikan seorang anak laki-laki dari kejauhan. Di tangannya, ia membawa setumpuk kertas. Dan baru q sadari ternyata ia menjual koran,, setelah seorang bapak memanggilnya untuk membeli koran darinya. Jarak anak itu dari meja tempat kami duduk tak seberapa jauh dan keinginan tuk membeli koranpun ada,, kebetulan sudah lama aq ga baca koran, penasaran juga berita menarik apa hari ini.
Anak itupun mendekat dan menyodorkan koran padaq,, setelah menerima uang pembayaran ia pun pergi menjual koran-korannya ke pembeli lainnya. Sesaat setelah anak penjual koran itu berlalu pikiranq berkecamuk,, ntah kenapa rasa iba ini muncul. Dilihat dari penampilannya anak itu kira-kira berusia 8 tahun. Penampilannya lusuh, bajunya terlihat lembab...mungkin terkena hujan – gerimis tadi. Anak sekecil itu sudah bekerja,, tak ada sedikit pun terlihat keluhan di raut wajahnya. Walaupun hujan bahkan asap kendaraan ataupun debu di jalanan tak membuat mereka patah semangat. Mereka tetap berusaha untuk hidupnya.
Coba kita bercermin pada diri kita masing-masing. Jika dibandingkan dengan mereka,, kita lebih beruntung daripada mereka. Seumuran segitu mungkin yang kita lakukan bermain dengan teman-teman kita. Karena semua keperluan kita sudah dipenuhi oleh orang tua . Mungkin sampai sekarangpun kita masih saja bergantung pada orang tua. Bahkan terkadang tanpa kita sadari kita menghambur-hamburkan uang begitu saja untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Padahal di sekitar kita,, bahkan jauh di luar sana masih banyak anak-anak yang berjuang untuk hidupnya. Seperti halnya anak kecil penjual koran tersebut. Yang sangat disayangkan kita malahan lebih banyak mengeluh. Tidak sepantasnya kita berbuat seperti itu. Mulai sekarang kita harus mensyukuri atas nikmat kehidupan yang telah diberikan oleh-NYA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar