20 November 2010

Akhwat Sejati

Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya,
“Abi ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?”.

Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum:
"Anakku … Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya."

"Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya."

"Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu."

"Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan."

"Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara."

Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.
“Lantas apa lagi Abi?”, sahut putrinya.

Ketahuilah putriku …
"Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya."

"Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda."

"Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur."

Dan ingatlah …
"Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul."

Setelah itu sang anak kembali bertanya,
“Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?”

Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,”Pelajarilah mereka!”

Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri Rosulullah”

19 November 2010

Ikhwan Sejati

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya:
"Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati..."

Sang Ibu tersenyum dan menjawab...
"Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya...."

"Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran....."

"Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ..."

"Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah..."

"Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan..."

"Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu..."

"Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya..."

"Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan..."

"Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca..."


....setelah itu, ia kembali bertanya...
" Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?"

Sang Ibu memberinya buku dan berkata....
"Pelajari tenteng dia..." ia pun mengambil buku itu. "MUHAMMAD", judul buku yang tertulis di buku itu.

09 November 2010

09-11-2010----23:25

Sulit tidur.
Badan ga enak,, sesak nafas.
Mau belajar, tapi ga konsen.

Buka buku, dan tanpa sengaja saya tertarik dengan kata-kata dibawah ini :

Plato mengatakan , "Kenali dirimu," dan tidak ada kata-kata yang lebih penting daripada ini. Anda harus mengenal diri Anda sendiri; apa yang Anda lakukan, apa yang Anda katakan, apa yang Anda rasakan, dan apa yang Anda pikirkan, agar Anda bisa menyelaraskan diri dengan hukum tarik-menarik. Kenali diri Anda.

Jujur saja, sejauh ini saya sendiri belum mengenal diri saya sendiri sepenuhnya. Terkadang saya masih bingung terhadap "apa yang seharusnya saya lakukan?, apa tujuan saya?".
Siapa saya??
Masih mencari jati diri,, mencari jawaban-jawaban atas pertanyaan yang ada. Meskipun terkadang lelah, tapi saya yakin suatu saat nanti jawaban atas pertanyaan ini, akan saya temukan.
Segala sesuatunya perlu proses. Untuk menjadi kupu-kupu yang cantik, harus melalui tahap kepompong terlebih dahulu.